Kusebut Adinda Si Bijaksana
Untuk langsung berterus kata padamu
ada yg membuat ini tak biasa, maluuuuu rasanya..π
Namun dengan ini tetap kulukiskan, menerangkannya padamu.
![]() |
| Si Adik yg lebih bijaksana dari penulis, Si pemilik wajah yg pertama dari kanan Yg msh betah di kota Malang (Surabaya) |
sebab setelah sekian lama, tetiba saja kutemukan lagi terkelibat gambaran wajahmu..
Dekq, iya kamuuu..
Taukah kau rasaku?
Ada gemuruh yg meletup-letup,
hangat menghentak-hentak di dada..
Kabar (hati)ku berdetik lalu?
ia bergemuruh mengalirkanmu,
Allah.. seperti dulu, kala itu dipertemuan pertama kita, pada kursi-kursi di bawah tangga Aula IAIN, terbenak "kagum" kesanku,
pada pilihan jalanmu, jejak-jejak pilu hidup yg kau kisahkan padaku
Terbilang keberanian yg mengagumkan, mempercayakanku berbagi penggalan sejarah hidupmu bahkan diawal-awal pertmuan kita.
Aku terhenyak Adinda..π³π
Kemandirian yg tak pernah terbayangkanku,
Perjuangan yg tak terpikirkanku,
Pengorbanan meskipun engakulah yg terkorbankan, ah.. mungkin aku tak mampu jika dikehidupanmu kala itu..
MasyaAllah..
seperti kala itu dipertemuan pertama kita, hingga kinipun tetap kusebut ia "kagum" pada jalanmu, jejak-jejak hidupmu.
Ada.. ssuatu yg masih tersimpan, semoga Allah izinkan, akan tersampaikan padamu.. maaf utk sebuah kisah yg lalu, yg pernah menetapi disini, didada ini ❤, ttg sebuah ingatan bhw kita pernah kagum-mengagumi..
hingga detik ini, Adinda.. π±
kamu terus memancarkan kilauπ«, bahwa betapa aku belajar ttg agungnya kemandirian, belajar tentang keteguhan, tentang melindungi-dilindungi, tentang saling menjaga, tentang persaudaraan, tentang ketulusan, tentang kesepenanggungan, tentang semangat perubahan.
ini hanya tentang kebaikan yg terluapkan dari pribadimu, tentang pembelajaran yg tanpa sadar kauajarkan, menuai hikmah bagiku utk tiap kisahmu atas jalan-jalan tempuhanmu..π
ini tentang cinta yg berkilaun krn iman,
Alhamdulillah utk skenario Allah.
Semoga Allah sllu menjagamu dekQ.
Adinda, Tika Sari..
Uhibbuki fillah π

Komentar
Posting Komentar