Kabar Duka Dari Jiwa Relawan

Ketika Jauh utk bertumbuh, mengembangkan daya dan potensi diri, ini tentang pribadi dan entahlah sangat sedikit tentang orang lain. Alasan sosial utk umat hanya sebuah kamuflase dari menemukan arti, menemukan makna diri. Berkelanalah pribadi, tak pulang utk satu dua alasan, satu hingga belasan purnama tak jadi arti, ah.. pasti orang tua kita mengerti (*gumam dalam diri).

24 Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia (Kawan SLI) dibentuk, ditempa, disebar utk sebuh misi meluaskan nilai, menumbuhkembangkan, optimalisasi kualitas sekolah disepenjuru negeri.

Namun, dua jiwa teriris pilu, akhirnya ia pulang kampung sejenak waktu, akhirnya ia pamit utk melepas rindu yg tak terperi.

Innalillahi wa innailaihi roju'un, kabar duka dari Uni Fitri, Kawan SLI penempatan Medan, sang Ayah telah wafat. Ini kali ke dua, kurang dari tiga bulan lalu,  kabar duka pun mengabuti Keluarga Kawan SLI, datang dari Uni Hesti, penempatan Cianjur, ibunya wafat, menyisakan ia sebatang kara, tanpa kedua cahaya cintanya, apalah jiwa yg perih sebab cinta yg menyudahi kefanaan dunia.

Semoga Allah mempertemukan tiap keluarga dalam sebaik-baik perjumpaan nanti.


Astaghfirullah, aku terhenyak sendu, kembali lagi ingatanku tentang peliknya tiga tahun pertama dengan pilu sebab rindu hanya bisa dititip dalam sujud yg panjang, pada munajat yg haru.. ah.. tak lagi bisa mendekap dan berujar rindu ataukah sekedar mengecup punggung tangannya.

Foto Mamak 1 tahun lalu
Bersama Khodijah, cucunya.

Semua sudah terjaraki kini. Ya.. rindu Ayah membuatku terisak lagi, ia yg tak lagi dapat kutemu di dunia fana ini, dan mamak yg terpisah ribuan kilo meter utk 14 purnama di sini, 😢 semoga Allah selalu memberi mamak kesehatan, keberkahan, dan Ya Robb.. sampaikan ia utk menjalani Rukun Islam yg ke-5, ridhoi ia memperoleh haji yg mabruroh.

#rindumamak
#dzikrulmaut
#Semarang06April2019

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Rasa #2

Setengah Isi Setengah Kosong

Kerat