Bagiku Kau Kilauan Cahaya

Aku terinsyafi ya Allah..

Allah menakdirkanku bertemu dgn kk TD akhwat Desa S.Lima Tj.Pura-Langkat, yg hijrah mereguk hidayah di thn 2015 masa KKN mahasiswa  UIN SU ke sana, Rabiatul Adawiyah (Dek Biyah) adalh perantara hidayah baginya, MasyaAllah.

Cerita Hijrahnya yg bermetamorfosis sebegitu indah di waktu yg terbilang singkat, masyaAllah, aku terpesona, kagum dan merasa bgtu bersyukur.

Jk harus flash back, melihat bgmn ia pada tiga tahun lalu, dan mendapati ia yg sekarang.. Allahu Akbar, Sungguh TARBIYAH itu telah mengubah, ia menjadi Al Faruq, 'Sang Pembeda' dimasanya ini.

Aku sungguh tercengang mendengar kisah kelam di masa jahiliyahnya 😳
Sungguh hidup yg begitu gelap dan tersesat, namun Allah begitu mencintainya, Allah kambalikan ia pada jln cahaya, pada jln lurus yg berliku.

"ihdinashirotol mustaqim" 
Tunjukilah kami ke jln yg lurus

Tarbiyah mengubah, hampir keseluruhan kehidupannya, tak akan ada yg menduga bgmn kalamnya masa lalu, melihat tampilan dan mendapati caranya bersikap  merespon berbagai hal, busana tampilannya yg kini, bgtu terlihat menjadi pembeda, cara berpikirnya kemudian utamanya yg telah berubah shg mengubah.

Terbenak ketika kudengar dua kata rahasia masa jahiliyahnya yg ia bisikkan ke telingaku, membuatku campur aduk, terkejut, agak berhati-hati, sekaligus simpati pdanya krn Allah. 

"Sini kk bisikkan seperti apa kejahiliyahan yg kk maksudkan itu"  ujarnya di kamarku yg dihuni kami ber-empat ketika berkesempatan nginap di rumah sederhana mamak kami, sementara dua sahabat yg lainnya sdh terlelap, namun tetap aja berhati-hati, shg ia harus membisikknnya padaku.

"Kakak yg dulu..." kalimatnya terputus, aku jd semakin penasaran. Kemudian kudekatkan telinga kananku padanya. 
"Penyuka perempuan"  bisiknya singkat.

Berasa ada petir yg menyambar didadaku..⚡πŸ’”

"Hah?!! apa fia gak salah dengar?"😳 sergahku terkejut dan spontan menjauhkan telinga langsung menatapnya lekat-lekat berharap salah dengar.

"Kan kk td udh ceritain ttg aktivitas kejahiliyahan kk yg pacaran, dan kk putuskan utk berhenti, kk sudahi dgnnya, dan kk minta bantuan Dek Biyah utk menguatkan kk dan jumpai dia utk menyampaikan bhw kk ingin berhenti dan bertobat." terangnya meyakinkan bhw apa yg kudengar benar.

"i..iiya, tp fia kira yg kk ceritakn interaksi kejahiliyahan itu berpacaran dgn pasangan jenis, mahluk yg dinamai lelaki"  suraku menurun menjelaskan keheranankuπŸ˜“

Aku sudah pernah mendengar cerita teman yg hijrah, kini telah menajadi akhwat salihah insyaAllah, yg dulu aktivitas pacarannya sudah sampai berzina sungguhan dan dilakukan suka sama suka dgn pacarnya beberapa kali bahkan😳, dan itu pengakuan langsung yg kudengar dari pelakunya. Na'uzu billah. Alhamdulillah ia telah bertobat dan semoga Allah istiqomahkan, dan jodohkn dgn lelaki terbaik untuknya menurut Allah. Aamiin.

Kukira cerita  yg mirip itu yg akan kudengar lagi dari org yg berbeda, ternyata Aku salah! Bagiku ini begitu mengejutkan.😱😐

"Apasih yg menarik dari perempuan bagi kk yg dulu?" tanyaku heran
"Wajah cakepnya yg enak dilihat, kelembutan dan kemanjaannya." jawabnya.

Aku terus mencoba berpikiran positif ttgnya, semua tanyaku ia jawab dgn terbuka hingga pertanyaanku pada kalimat,
"Maaf ya kk, jd bgmn aktivitas pacaran sesama itu kk?"
"Apa gk apa-apa kk jawab?" tanyanya balik
"iya, pertanyaan td memang butuh jawabn hehe.." jawabku sekenanya.
"Hmm.. udh jauh fia.. lebih dari sekedar, ngedate, pegangan, rangkulan, ciuman..."
terangnya menggantung.
Aku hanya bs terpaku sembari meresapi dan mengira-ngira bgmn mksudnya, kucoba menepis pikiran aneh-anehku dan ttp mengupayakan berpikir positif, namun...

"Fia udh ngertikan?" lanjutnya lagi.. "Bisa dibilang kami udh berzina" 😳⚡πŸ’”

Mendengar itu aku tak mampu berargumen apapun, bergelayut tanya membadai pikiranku. aku hanya berpikir, koq bisa ia cendrung pada wanita? kan sama bentuknya secara fisik? lah bagaimana cara zinanya?? dgn apa? fungsi  alat reproduksi kita kan sama??  apa lelaki gak cukup memesona? apa kenikmatannya sama? 

apa aja indikator seseorang dikatakan telah menyimpang?

Dari kk TD, Aku baru tau ada komunitas sosmed di FB: Buci(komunitas penyuka sesama jenis), Andro(perempuan penyuka kpd sesama yg berkelainan ataupun kpd perempuan  normal), dan  Fem(Lesbi yg girly)😳😢😷

Ya Allah.. tiba-tiba aku merasa bgtu nyesek sekaligus bersyukur utknya yg sekarang dan untuk diriku sendiri.

Aku? bgmn dgnku? normalkah? sempat terbenak olehku, masa kuliahan S1 dulu, aku cukup kental ber(u)khuwah dgn seorang sahabat, byk yg cemburu dgn kedekatan kami barangkali, krn: bukan Aku tanpanya, dan bukan dia tanpaku, itu ter-label-i, orang-orang akan bertanya heran jika mendapati kami sdg tak bersama, hingga ada seorang adik yg menjadi tempat curhatanku tentang degap-degup kisah persahabatnku dgnnya bertanya scr gamblang, "Kak fi, kakak Normal kan?"😐😦😣 
Aku sgt terkejut dgn pertanyaannya ketika itu, shg membuatku menakar diri, apa aku terlihat tdk normal? 

Jikapun ya, itu hanya karena pembawaanku yg masih terikut agak ke-abang-abangan sikitlah, sementara sahabtku yg sebijik itu bgtu ceweeeeek bgt, manja, gemulai, lemah-lembut, dsb.

kalo Bu Lusi, Kepsek SDIT Al Fityah 2013-2016, menjulukiku, "Sitomboy yg girly" katanya, "gaya  fia masih kentara maskulin tapi tampilan fia tuh, 'casing-nya' kecewekan loohπŸ˜‚."

Aku punya masa lalu agak tomboy, sejak kanak-kanak terpola menjadi anak lelaki Ayah (telah berubah sejak ayah wafat 11 thn lalu),  hobi main bola kaki, jadi kiper, main layang-layang, mobil-mobilan, teman-teman mainku laki-laki semua, di masanya aku emang jagoan kampung sekaliber seusiaku aku belum tertandingiπŸ˜‚. Aku gak suka sama cewek mentel, genit, cengeng, apalagi Oon. itu brgkali dulu yg buat aku gak akur sama kakak dan adiku, mereka cewek cengeng dan merajukan dulunyaπŸ˜‚. Sampai sekarang gaya berjalanku masih khas menurut bbrp teman guru bilang tetap masih terlihat gagah meski sudah pakai gamis manis dan lengkap bersepatu bertumit sekalipun.πŸ˜£πŸ˜… 

Ya Allah itulah Aku yg dulu, insyaAllah yg sekarng menjadi "the real woman" πŸ’ yg sholihah.. Aamiiin.

Aku bgtu mencintai sahabat-sahabatku krn Allah, Love.Q, Hawariyyun.Q, teman-teman halaqoh, dll. Shg bersikapnya aku jika bersama mereka sllunya ingin memproteksi mereka, peluk-rangkul, gandengan, cipika-cipiki-cijidatπŸ˜… manja-manjain mereka, itu juga sering jd aktivitas kalo temu kangen dgn mereka. 

🌱🌱🌱
Hadirnya kk TD membuatku tertegun kagum, betapa nikmat iman itu sungguh luar biasa, kita boleh sgt syg tp sarannya jauhi berlebihan, cipika-cipiki-cijidat sdh cukup luas tuh arenanya, gak perlu cibibir😝😡 baik sengaja atau tidak. Menurutnya titik itu sgt rawan menggelayutkan pada Maksiat loh😯. Astaghfirullah.

Nasihat kk Eka Diyah Ardiyati, S.Psi  Alumnus Psikologi Usu, ketika dimintai pandangan saat aku tertuduh tak lurus, kujadikan sandaran insyaAllah. πŸ˜‡
Tiga nasihatnya dlm mengerat persahabatan krn Allah:
1.Ikhlas (Terserah Allah bgmn skenarionya)
2.SesuaiSyariat (Tdk boleh ada yg melenceng dlm berukhuwah)
3.HakTubuh (Itsar boleh, tp jgn buang-buang waktu utk hal yg tdk mmberi manfaat lebih, begadang krn telponan mislnya)

πŸŒΊπŸƒπŸ‚
Aku dgn Love.Q, dgn hawariyyun.Q, dan shbt-sahabat lainnya adalah ikatan yg berlandaskan iman, bukan? ukhuwah yg terpatri dlm bait-bait yg lbh manis dari puisi, munajat dalam sujud-sujud panjang kita, doa-doa yg terbanjiri utk mereka. ini caraku mengekalkan ukhuwah, semoga Allah meridhoi, bersamanya kita dalam taqwa, pada kesemestaan dakwah krn-Nya, bersamanya kita dalam keridhoan-Nya, bukan meniti jalan murka-Nya, Naudzubillah, Astaghfirullah.

Di depan mesjid Azizi Tj.Pura, pertemuan pertama
Yg sungguh berkesan lanjut silaturahim ke rmhnya.

Bahwa katamu, "Kalau teringat masa lalu, betapa sangat buruknya diri ini berlumuran dosa, maluuu sama Allah, mau sampai kpn terus begini?" katamu menginsyafi, "sudah saatnya ketika itu, shg bersegera bertobat dan drastis" itulah kekuatan iman, ia mencahayai relung jiwa, mamancarkan keberanian yg tak terukurkan, inilah nikmatnya iman, tak ada rasa malu utk lebih baik, sebaliknya khawatir jika Allah tak ridhoi, apalagi sampai Allah murkai. Subahanallah.

Semoga Allah istiqomahkan pijakan kita, langkah-langkah yg mungkin terseok-seok lelah, usang berpeluh, luka, nanah,  berdarah-darah.. hingga pun tanah telah bebercak merah, apapun yg terjadi semoga Allah mengekalkan hidayah bagi kita, istiqomahkan kita bersama dlm taqwa.

🌳🌾🌷
Alhamdulillah, terimakasih telah menginspirasi, sungguh hati org-org beriman itu bercahaya, bagiku engku mencahayai..
Trimakasih utk telah berbagi kisahmu, meneguhkan syukur kami, menginsyafi diri, Kakanda TD terkasih, semoga kasih Allah mencukupkanmu, melapangkan jalanmu, mencahayai jiwamu, meneguhkan hatimu, serta semoga Allah segera menggenapkan separuh agamamu. πŸ˜‰

#Uhibbukifillah Saudariku

Komentar

  1. Maa syaa Allah. Keren fi. Takjub karena hidayah itu memang Allah yg nurunin ke hati hamba-Nya yang dicintai-Nya.

    BalasHapus
  2. MasyaAllah iya ndah.. Semoga kita diistiqomahkan dlm hidayah Allah

    BalasHapus
  3. Membacq tulisan ini, perasaanku campur aduk kayak gado-gado. Penasaran, kaget, sedih, senang dan terharu. Nggak bisa ngomong apa-apa, yang pasti dari tulisan ini saya sedikit paham akan "persaudaraan"

    BalasHapus
  4. Membacq tulisan ini, perasaanku campur aduk kayak gado-gado. Penasaran, kaget, sedih, senang dan terharu. Nggak bisa ngomong apa-apa, yang pasti dari tulisan ini saya sedikit paham akan "persaudaraan"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga dpt memetik hikmahnya ya tya.. love U coz Allah

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Pertemuan

Tentang Rasa #2

Setengah Isi Setengah Kosong