Di Jalan Apakah Anda Menikah?

Di jalan apakah Anda menikah?
Terbentang pula dengan lurus dan amat luas jalan dakwah. Jalan para nabi dan syuhada, jalan orang-orang saleh, jalan para ahli surga yg kini telah bercengkrama di taman-tamannya.
Katakanlah: inilah jalan(agama)ku, aku dan orang-orang yg mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yg nyata. Maha suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik. (Qs.Yusuf:108)

 Inilah jalanku, yaitu jalan dakwah, jalan yg membentang lurus menuju kebahagian dan kepastian akhir. Jalan yg dipilihkan Allah untuk para nabi dan orang-orang yg setia mengikuti mereka. Jalan inilah yg menghantarkan Nabi saw. Menikahi istri-istrinya, jalan ini yg menghantarkan Ummu Sulaim menerima pinangan Abu Thalhah. Jalan yg menyebabkan bertemunya Ali r.a. & Fatimah Az-Zahra dalam sebuah keluarga.

Jalan ini menawarkan kelurusan orientasi, bahwa pernikahan adalah ibadah. Bahwa berkeluarga adalah salah satu tahapan dakwah untuk menegakkan kedaulatan dimuka bumi Allah.

"dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa." (Al-'An`ām:153)

Di jalan ini kecendrungan ruhaniyah amat mendapat perhatian, akan tetapi tidak mengabaikan segi-segi materi. Di jalan ini setan terkalahkan oleh orientasi rabbani, dan menuntun prosesnya, dari awal sampai akhir, senantiasa mimiliki kontribusi terhadap kebaikan diri dan umat. Sejak dari persiapan diri, pemilihan jodoh, peminangan, akad nikah hingga walimah, dan hidup satu rumah. Tiada yg dilakukan kecuali dalam rangka kesemestaan dakwah. (Hal.15-17)*

*Di Jalan Dakwah Aku Menikah -Cahyadi Takariyawan-

Komentar

  1. Mengepaskan anatara Azam dan takdir yg Allah tuliskan.. 4.10.2017 ahahaa.. Aaamiiin😇

    BalasHapus

Posting Komentar